Melalui video sidang BPUPKI tersebut saya menjadi mengerti
mengenai suasana di dalam sidang tersebut, karena dari SD hingga sekarang ini
saya hanya dapat mengetahuinya melalui tulisan-tulisan saja yang terdapat di
dalam buku. Menurut saya, pembuatan video tersebut sangat kreatif selain dapat
membangkitkan semangat nasionalisme, video tersebut juga dibuat dengan sangat
menarik. Setting tempat juga dibuat mirip seperti masa lalu, selain itu pakaian
yang dikenakan oleh para pemeran juga sangat menyerupai pakaian yang dikenakan
oleh para tokoh pada jamam dahulu. Para pemeran juga terlihat sangat menjiwai
perannya, hal inilah yang membuat video tersebut semakin menarik. Di dalam
video tersebut menceritakan sidang BPUPKI dan perdebatan yang ada di dalam sidang
tersebut.
Perdebatan berlangsung saat para anggota yang tergabung dalam BPUPKI
(Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia, Dokuritsu
Zyunbi Tyoosakai) melakukan siding untuk membahas bentuk dasar negara dan
bentuk pemerintahan. Di dalam video tersebut menampilkan pidato yang
disampaikan oleh beberapa tokoh bangsa Indonesia mengenai dasar Negara. Di
dalam video tersebut di mulai dari pidato yang di sampaikan oleh Moh. Yamin Dalam
pidato singkatnya ia menyampaikan yang kurang lebih berbunyi, “… rakyat
Indonesia mesti mendapat dasar negara yang berasal daripada peradaban
kebangsaan Indonesia; orang timur pulang kepada kebudayaan timur.” Setelah
mengatakan hal tersebut Moh.Yamin melanjutkannya dengan mengemukakan lima asa
yaitu:
a. peri kebangsaan
b. peri kemanusiaan
c. peri ketuhanan
d. peri kerakyatan
e. kesejahteraan rakyat
Tokoh yang mendapat giliran kedua
untuk berpidato adalah Ki Bagus Hadikusumo. Ki Bagus Hadikusumo mempunyai keinginan untuk menjadikan Islam
sebagai dasar negara, sebab menurutnya yang paling banyak berkorban dalam
memperjuangkan kemerdekaan Indonesia adalah kelompok Islam. Di dalam video
tersebut Nampak jelas Ki Bagus Hadikusumo yang sering berteriak dengan keras
yang intinya ingin menjadikan Indonesia menjadi Negara Islam. Akibatnya, pidato
dari Ki Bagus Hadikusumo tersebut menimbulkan reaksi keras dari kelompok
nasionalis
Setelah Ki Bagus Hadikusumo selesai menyampaikan pidatonya
yang intinya menginginkan Indonesia menjadi Negara Islam, kali ini adalah
giliran dari Soepomo untuk menyampaikan pidatonya. Di dalam pidatonya nampaknya
Soepomo kurang setuju dengan pidato yang disampaikan oleh Ki Bagus Hadikusumo
yang menginginkan Indonesia menjadi Negara Islam. Menurut Soepomo sendiri, jika
negara Islam diciptakan di Indonesia maka sudah pasti persoalan minoritas,
persoalan kelompok-kelompok kecil agama dan yang lainnya akan muncul. Meskipun
Islam menjamin kelompok agama lain sebaik mungkin, kelompok kecil ini tidak
akan merasakan keterlibatannya dalam negara, karena cita-cita negara Islam
tidak sesuai dengan cita-cita negara kesatuan yang diharapkan bersama. Selain
itu Soepomo juga menyampaikan usulan dasar Negara, yaitu:
a. persatuan
b. kekeluargaan
c. keseimbangan lahir bathin
d. musyawarah
e. keadilan sosial
Setelah Soepomo selesai menyempaikan pidatonya kali anak
giliran dari seorang Tionghoa untuk maju ke depan untuk menyampaikan pidatonya.
Tokoh ini diperankan dengan sangat baik, logat yang digunakan pun sangat
menarik dan lucu bahkan di dalam video tersebut para anggota sidang BPUPKI
dibuatnya tertawa saat mendengarkan dirinya mulai menyampaikan pidatonya.
Setelah
seorang Tionghoa selesainya menyampaikan pidatonya, kali ini giliran Ir.
Soekarno menyampaikan pidatonya. Di dalam pidatonya, Ir. Soekarno mengusulkan
lima dasar negara Indonesia merdeka yaitu:
a. Kebangsaan Indonesia
b. Internasionalisme dan peri kemanusiaan
c. Mufakat atau demokrasi
d. Kesejahteraan sosial
e. Ketuhanan yang Berkebudayaan.
Ir.
Soekarno dalam sidang itu pun menyampaikan bahwa kelima rumusan rumusan dari
dasar untuk negara tersebut dinamakan rumusan Panca Dharma. Kemudian, atas
saran seorang ahli bahasa, Ir. Soekarno mengubahnya menjadi Pancasila. Ir.
Soekarno mengemukakan pemikirannya tentang Pancasila pada tanggal 1/06/1945. Dengan berdasar pada peristiwa penyampaian
dasar Negara oleh Ir. Soekarno tersebut maka tanggal 1 Juni ditetapkan sebagai
“ Hari Lahirnya Pancasila”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar