Minggu, 13 September 2015

tugas resume sidang BPUPKI - dionisiusreus07.com




Sidang BPUPKI
Melalui video sidang BPUPKI tersebut saya menjadi mengerti mengenai suasana di dalam sidang tersebut, karena dari SD hingga sekarang ini saya hanya dapat mengetahuinya melalui tulisan-tulisan saja yang terdapat di dalam buku. Menurut saya, pembuatan video tersebut sangat kreatif selain dapat membangkitkan semangat nasionalisme, video tersebut juga dibuat dengan sangat menarik. Setting tempat juga dibuat mirip seperti masa lalu, selain itu pakaian yang dikenakan oleh para pemeran juga sangat menyerupai pakaian yang dikenakan oleh para tokoh pada jamam dahulu. Para pemeran juga terlihat sangat menjiwai perannya, hal inilah yang membuat video tersebut semakin menarik. Di dalam video tersebut menceritakan sidang BPUPKI dan perdebatan yang ada di dalam sidang tersebut.
Perdebatan berlangsung saat para anggota yang tergabung dalam BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia, Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai) melakukan siding untuk membahas bentuk dasar negara dan bentuk pemerintahan. Di dalam video tersebut menampilkan pidato yang disampaikan oleh beberapa tokoh bangsa Indonesia mengenai dasar Negara. Di dalam video tersebut di mulai dari pidato yang di sampaikan oleh Moh. Yamin Dalam pidato singkatnya ia menyampaikan yang kurang lebih berbunyi, “… rakyat Indonesia mesti mendapat dasar negara yang berasal daripada peradaban kebangsaan Indonesia; orang timur pulang kepada kebudayaan timur.” Setelah mengatakan hal tersebut Moh.Yamin melanjutkannya dengan mengemukakan lima asa yaitu:
a. peri kebangsaan
b. peri kemanusiaan
c. peri ketuhanan
d. peri kerakyatan
e. kesejahteraan rakyat


Tokoh yang mendapat giliran kedua untuk berpidato adalah Ki Bagus Hadikusumo. Ki Bagus Hadikusumo  mempunyai keinginan untuk menjadikan Islam sebagai dasar negara, sebab menurutnya yang paling banyak berkorban dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia adalah kelompok Islam. Di dalam video tersebut Nampak jelas Ki Bagus Hadikusumo yang sering berteriak dengan keras yang intinya ingin menjadikan Indonesia menjadi Negara Islam. Akibatnya, pidato dari Ki Bagus Hadikusumo tersebut menimbulkan reaksi keras dari kelompok nasionalis
Setelah Ki Bagus Hadikusumo selesai menyampaikan pidatonya yang intinya menginginkan Indonesia menjadi Negara Islam, kali ini adalah giliran dari Soepomo untuk menyampaikan pidatonya. Di dalam pidatonya nampaknya Soepomo kurang setuju dengan pidato yang disampaikan oleh Ki Bagus Hadikusumo yang menginginkan Indonesia menjadi Negara Islam. Menurut Soepomo sendiri, jika negara Islam diciptakan di Indonesia maka sudah pasti persoalan minoritas, persoalan kelompok-kelompok kecil agama dan yang lainnya akan muncul. Meskipun Islam menjamin kelompok agama lain sebaik mungkin, kelompok kecil ini tidak akan merasakan keterlibatannya dalam negara, karena cita-cita negara Islam tidak sesuai dengan cita-cita negara kesatuan yang diharapkan bersama. Selain itu Soepomo juga menyampaikan usulan dasar Negara, yaitu:
a. persatuan
b. kekeluargaan
c. keseimbangan lahir bathin
d. musyawarah
e. keadilan sosial
Setelah Soepomo selesai menyempaikan pidatonya kali anak giliran dari seorang Tionghoa untuk maju ke depan untuk menyampaikan pidatonya. Tokoh ini diperankan dengan sangat baik, logat yang digunakan pun sangat menarik dan lucu bahkan di dalam video tersebut para anggota sidang BPUPKI dibuatnya tertawa saat mendengarkan dirinya mulai menyampaikan pidatonya.
Setelah seorang Tionghoa selesainya menyampaikan pidatonya, kali ini giliran Ir. Soekarno menyampaikan pidatonya. Di dalam pidatonya, Ir. Soekarno mengusulkan lima dasar negara Indonesia merdeka yaitu:
a. Kebangsaan Indonesia
b. Internasionalisme dan peri kemanusiaan
c. Mufakat atau demokrasi
d. Kesejahteraan sosial
e. Ketuhanan yang Berkebudayaan.
Ir. Soekarno dalam sidang itu pun menyampaikan bahwa kelima rumusan rumusan dari dasar untuk negara tersebut dinamakan rumusan Panca Dharma. Kemudian, atas saran seorang ahli bahasa, Ir. Soekarno mengubahnya menjadi Pancasila. Ir. Soekarno mengemukakan pemikirannya tentang Pancasila pada tanggal 1/06/1945.  Dengan berdasar pada peristiwa penyampaian dasar Negara oleh Ir. Soekarno tersebut maka tanggal 1 Juni ditetapkan sebagai “ Hari Lahirnya Pancasila”.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar