Minggu, 13 September 2015

Teori Kematangan Biologis Arnold Gesell Pada Perkembangan Anak - dionisiusreus07.blogspot.com

TEORI KEMATANGAN BIOLOGIS ARNOLD GESELL 

A.Biografi Singkat Arnold Gesell 21 Juni 1880-29 Mei 1961 Arnold Lucius Gesell adalah seorang psikolog sekaligus dokter anak yang juga merintis dunia perkembangan anak dia lahir di Alma/ Winconsin dia adalah anak pertama dari lima bersaudara dan kelimanya memiliki minat di bidang edukasi. Gesell mendapatkan gelar sarjana filsafatnya di Winconsin pada tahun 1903.Sebelum melanjutkan studinya, Gesell menjadi guru di salah satu sekolah menengah. Kemudian, ia meraih gelar Ph.D. di Universitas Clark. Universitas Clark mendapatkan banyak pengaruh dari G. Stanley Hall yang menemukan studi mengenai anak. Karena ia memutuskan untuk menjadi dokter juga, ia menyisihkan waktu untuk belajar di Kedokteran Universitas Winconsin. Kemudian, ia menjadi asisten profesor di Universitas Yale, ia juga mengembangkan Klinik Perkembangan Anak di sana, dan pada tahun 1905 ia mendapatkan gelar MD. Dia juga menjadi psikolog sekolah di Connecticut State Board of Education serta membantu mengembangkan kelas untuk anak berkebutuhan khusus.Dia menulis beberapa buku.Gesell menggunakan beberapa teknologi terkini dalam risetnya, seperti video dan foto. Gessel beranggapan bahwa perkembangan anak berasal dari dalam anak itu sendiri, yaitu dari aksi gen-gen tubuhnya dan dia menyebut proses ini dengan kematangan. Gesell lebih terkenal dengan teorinya mengenai kematangan biologis 

B. Teori Kematangan Arnold Gesell Ciri dari kematangan biologis ini terjadi dalam urutan tertentu misalnya, dari sebuah embrio jantung adalah organ yang pertama berkembang dan berfungsi.Sesudah itu sel-sel yang berbeda mulai membentuk sistem saraf utama dengan cepat.Perkembangan otak dan kepala baru dimulai ketika tangan dan kaki sudah terbentuk.Hal ini juga terjadi pada bayi yang baru lahir.Bayi pertama-tama belajar mengendalikan bibir dan lidah, kemudian menggerakkan mata, belajar menggerakkan leher, bahu lengan, telapak tangan, jari-jari, badan, tungkai dan telapak kaki mereka. Ketika bayi bertumbuh , mereka belajar duduk, berdiri, berjalan dan berlari. Namun tentunya anak-anak memiliki tingkat perkembangan yang berbeda-beda meskipun urutan perkembangannya sama. Perbedaan tingkat perkembangan ini terjadi di dalam perkembangan pra-lahir dimana lingkungan internal seperti temperatur embrio dan oksigen yang diterima ibunya dan di lingkungan dimana bayi sudah dilahirkan dan menghadapi lingkungan sodial dan budaya yang berbeda-beda yang berusaha mempengaruhi bayi untuk bertindak dengan cara-cara yang benar. Gesell berpendapat bahwa anak-anak memerlukan lingkungan sosial untuk menyadari potensinya dan pensosialan ini bekerja maksimal jika senada dengan prinsip-prinsip kematangan yang muncul dari diri mereka sendiri. Gesell sangat menentang semua upaya yang mengajarkan hal-hal yang jauh di luar jadwal pertumbuhan anak-anak mereka, karena pada momen yang tepat mereka akan sanggup melakukan suatu tugas menurut desakan-desakan dari dalam dirinya. Sebagai bukti mengenai teorinya tersebut, Gesell melakukan penelitian konsep biologis dalam soal belajar yang diperoleh dari kembar identik.Gesell memberikan kepada satu dari anak kembar latihan-latihan mengenai menaiki tangga, menggenggam dan memisahkan dadu.Dia memang menunjukkan kelebihan untuk sementara waktu, namun saudaranya yang tidak dilatih segera bisa menyusul ketertinggalan tersebut.Dan hal ini terus terjadi berulang-ulang sebelum dia mampu melakukan suatu hal.Hal ini memang kontoversial, namun sudah terbukti bahwa upaya mempercepat perkembangan motorik lebih dini hanya menghasilkan efek yang kecil saja.

 C. Studi Pola-pola Gesell menyatakan kalau mempelajari pertumbuhan, kita tidak boleh mengukur hanya pada hal-hal yang muncul secara kuantitatif, namun juga menyelidiki pola-polanya.Pola adalah suatu yang memiliki bentuk atau tampilan tertentu, contohnya kedipan mata. Dan yang paling penting adalah proses pemolaan itu sendiri, proses yang dengannya beberapa tindakan menjadi terorganisasikan. Contoh dari studi pola ini adalah penglihatan bayi.Waktu lahir, mata bayi selalu bergerak kesana-kemari tanpa tujuan, namun setelah beberapa hari mereka mulai sanggup menghentikan mata dan menatap objek-objek untuk waktu yang singkat.Pada usia satu bulan bayi mulai dapat menatap sebuah benda di depannya dan mengikuti pergerakannya. Pada usia empat bulan bayi mulai dapat mengorganisasikan pergerakan mata dengan pergerakan tangan mereka, karena bayi biasanya sudah mampu menatap sesuatu yang dia pegang. Pada usia enam bulan bayi mampu menatap sebuah benda namun cara mengambilnya masih masih menggunakan telapak tangan, sedangkan pada saat bayi berusia sepuluh bulan bayi bisa mengambil benda tersebut menggunakan jari-jari tangan mereka. Dengan begitu, koordinasi tangan dengan mata berkembang secara perlahan dan setahap demi setahap makin terorganisasikan dan memasuki gerakan yang lebih bervariasi dan sempurna.

 D.Prinsip-prinsip Perkembangan Observasi yang dilakukan Gesell menghasilkan beberapa prinsip perkembangan. Yakni: Jalinan timbal-balik, asimetri fungsional, pengaturan-diri. • Jalinan timbak-balik Manusia dibangun di atas dasar yang bersifat belateral,kita memiliki dua belahan otak, dua mata, dua tangan, dua kaki dan seterusnya. Jalinan timbal-balik mengacu pada proses perkembangan dimana dua kecenderungan secara bertahap meraih pengorganisasian yang efektif. Sebagai contoh, dalam perkembangan penggunaan tangan, bayi pertama-tama menggunakan satu tangan, lalu keduanya secara bersama-sama, kemudian menyukai salah satu tangan, lalu menyukai keduanya lagi, begitu seterusnya sampai dia menemukan salah satu tangan lebih mendominasi.Gessel juga berpendapat bahwa jalinan timbal-balik mencirikan pertumbuhan kepribadian. • Asimetri Fungsional Melalui proses jalinan timbal-balik kita berusaha menyeimbangkan dualitas sifat kita. Meskipun begitu, kita jarang mencapai keseimbangan sempurna atau simetris.Ketika kondisi asimetris, kita berusaha membuat diri kita nyaman melalui sudut pandang tertentu, menggunakan satu mata, satu tangan, dst. Kecenderungan asimetris pada bayi terlihat di dalam leher penguat (tonic neck reflex) bayi, dimana bayi lebih suka berbaring dengan kepala menoleh ke salah satu sisi, dan mengembangkan lengan ke sisi arah kepala (seolah melihat tangan mereka) serta menekuk lengan lain di belakang kepala. • Pengaturan-diri Gesell meyakini bahwa mekanisme perkembangan intrinsik juga menghasilkan perkembangan pengaturan diri.Dia memperlihatkan bagaimana bayi bisa menemukan siklus makan, tidur, dan bangunnya.Hal ini muncul ketika anak-anak mencoba melakukan sesuatu yang baru dan tidak diketahuinya. Pengaturan-diri memastikan bahwa individu tersebut tidak akan melakukan hal yang jauh sebelum mencapai keseimbangan. Gesell menyatakan bahwa tingkat perkembangan yang berbeda juga berpengaruh pada temperamen individunya kelak.Ia melakukan per-obaan pada tiga anak: anak yang perkembangannya pesat, lambat, dan reguler. Ia menemukan bahwa anak dengan perkembangan pesat memiliki kecenderungan tingkah terlalu pencemas, moody, tidak sabar. Sedangkan yang perkembangannya lambat memiliki kecenderungan sabar, tenang. Gesell meyakini bahwa setiap temperamen individu menghasilkan tuntutan yang berbeda-beda di kulturnya, dan kultur tersebut menyesuikan terhadap keunikan setiap individu di dalamnya. 

E. Filsafat Mengasuh Anak Gessel percaya bahwa mengasuh anak mestinya dimulai dengan pengakuan terhadap hukum kematangan biologis.Bayi memasuki dunia dengan sebuah jadwal bawaan yang merupakan produk sedikitnya tiga juta tahun biologis. Mereka sudah “bijak” dengan kebutuhan-kebutuhan mereka, dan apa yang mereka rasa siap atau tidak. Karena itu orang tua tidak semestinya memaksa anak memasuki pola-pola tindakan yang tidak mereka pahami, melainkan mengikuti petunjuk dari anak-anak itu sendiri. Orang tua harus menunda keinginan mereka untuk mewajibkan apa yang “mestinya” dilakukan oleh bayi dilakukan bayi, mereka mulai menghargai kemampuan bayi untuk menumbuhkan pengaturan dirinya. Gesell menekankan bahwa tahun pertama adalah waktu terbaik untuk belajar menghormati individualitas anak. Orang tua yang bertanggung jawab terhadap kebutuhan anak selama masa bayi secara alamiah akan sensitif dengan ketertarikan dan kemampuan unik anak-anak itu, sebaliknya malah lebih memberikan ruang yang seluas-luasnya bagi pertumbuhan individualitas anak dan penemuan dirinya.

 Dengan kata lain orang tua harus: 
1. Menghindari anggapan bahwa anak yang sedang berkembang sangat tergantung pada orang tua. 
2. Berusaha untuk menghargai pertumbuhan luar biasa yang terjadi. 
3. Menghargai ketidakmatangan anak dengan mengantisipasi bahwa sebelum anak mampu berjalan sendiri, anak membutuhkan bimbingan. 
4. Membiarkan anak berkembang tahap demi tahap.

1 komentar: