ENGLISH CLUB, MENAMBAH ILMU ATAU
MENAMBAH BEBAN?
Hampir semua orang pasti mengetahui
apa itu English Club terlebih lagi bagi para siswa maupun mahasiswa. Sesuai
dengan namanya, English Club atau yang lebih sering disebut dengan nama EC ini
merupakan kegiatan yang di dalamnya memuat pembelajaran bahasa Inggris. Thursan
Hakim (2000:73) mengatakan bahwa banyak sekali manfaat dalam bahasa Inggris
yang dapat diterapkan siswa atau mahasiwa dalam kehidupan pada masa kini dan
masa yang akan datang, misalnya membaca buku-buku ilmiah atau hiburan,
memperluas pergaulan, menaikkan gengsi, menikmati film dan lagu berbahasa
Inggris, mempermudah mendapat pekerjaan di suatu kantor, ataupun berwiraswasta.
Saat ini, bahasa Inggris seolah sudah menjadi bahasa wajib bahkan kemampuan
berbahasa Inggris juga sudah mulai menjadi sebuah syarat dalam melamar suatu
pekerjaan. Untuk menghadapi hal tersebut, sekolah bahkan universitas menjadikan EC ini
sebagai kegiatan ekstrakurikuler / kegiatan tambahan bagi para siswa dan
mahasiswa dengan tujuan agar siswa maupun mahasiswa dapat memiliki kemampuan
bahasa Inggris yang baik. Sebagai salah satu universitas ternama di Indonesia,
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta khususnya pada program pendidikan guru SD
(PGSD) juga menyediakan kegiatan EC bagi semua mahasiswa PGSD dengan harapan
agar semua mahasiswa mampu berbahasa Inggris dengan baik.
Hadir sebagai salah satu sarana
pembantu bagi para mahasiswa PGSD, tidak membuat kegiatan EC ini selalu
mendapatkan respon yang baik dari semua mahasiswa. Hal ini dapat diketahui
ketika terdapat beberapa mahasiswa merasa malas dan jenuh sehingga lebih
memilih untuk tidak mengikuti kegiatan EC dan lebih memilih untuk pulang ke
rumah maupun ke kos mereka masing-masing. Thursan Hakim (2000:62) mengatakan
bahwa kejenuhan belajar adalah suatu kondisi mental seseorang saat mengalami
rasa bosan dan lelah yang amat sangat sehingga mengakibatkan timbulnya rasa
enggan, lesu, tidak bersemangat, atau tidak bergairah untuk melakukan aktivitas
belajar. Penyebab dari kejenuhan belajar adalah cara atau metode belajar yang
tidak bervariasi, belajar hanya di tempat tertentu, suasana belajar yang tidak
berubah-rubah, kurang aktivitas rekreasi atau hiburan, dan adanya ketegangan
mental yang kuat dan berlarut-larut pada saat belajar. Bahasa Inggris yang
merupakan bahasa asing ini memang lumayan sulit untuk dipelajari oleh sebab itu
diperlukan kesabaran dan kemauan yang kuat. Namun, mahasiswa juga merupakan manusia
yang juga bisa merasakan kejenuhan apalagi terhadap hal-hal yang kurang menarik
perhatian bahkan cenderung membosankan. Kejenuhan belajar yang dialami oleh
mahasiswa ketika mengikuti kegiatan EC ini mungkin juga bisa disebabkan karena
hal-hal yang hanya bersifat monoton di dalam kegiatan EC.
Bahasa Inggris merupakan hal yang
dapat memberikan banyak manfaat, namun mengapa masih banyak mahasiswa yang
malas untuk mempelajarinya? Untuk mengetahui kebenarannya, penulis menyebarkan
kuisioner kepada 10 mahasiswa di kelas 3D secara acak yang berisikan 2
pertanyaan yaitu, 1) Apakah menurut anda kegiatan EC itu bermanfaat? dan 2)
Apakah anda pernah merasa malas untuk mengikuti kegiatan EC? Jelaskan
alasannya! Dari penyebaran kuisioner tersebut penulis mendapatkan data yang
menyatakan bahwa 9 dari 10 mahasiswa sering kali merasa malas saat mengikuti
kegiatan EC. Seorang dari 10 mahasiswa yang menyatakan bahwa dirinya tidak
pernah malas ketika mengikuti kegiatan EC ini berpendapat bahwa banyak manfaat
dari kegiatan tersebut dan dia sangat ingin menguasai bahasa Inggris. Disamping
itu, 9 mahasiswa yang mengaku sering merasa malas saat mengikuti kegiatan EC
tersebut sebenarnya mengetahui bahwa kegiatan EC memiliki banyak manfaat
seperti mampu menambah kosakata, mampu menambah kemampuan berbahasa Inggris,
mampu menambah kemampuan speaking,
dan mampu membantu untuk mendapatkan pekerjaaan kelak ketika telah melewati
jenjang kuliah. Disamping itu, alasan mereka sering merasa malas ketika
mengikuti kegiatan EC pun juga bermacam-macam seperti, merasa bahwa bahasa
Inggris merupakan hal yang sulit dan merasa bahwa dirinya tidak mampu untuk
mempelajarinya, waktu pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan setelah jam kuliah
siang sehingga banyak mahasiswa mengeluh kelelahan, dan tentor kegiatan EC yang
kurang menarik. Dari kesembilan mahasiswa yang merasa malas mengikuti kegiatan
EC tersebut, mereka menuliskan bahwa tentor merupakan faktor besar yang
menyebabkan mereka malas mengikuti kegiatan EC. Hal ini disebabkan oleh
beberapa alasan, alasan yang pertama karena mereka merasa bahwa tentor yang
tidak memiliki metode pembelajaran yang menarik bahkan cenderung monoton
misalnya dengan memberi sedikit materi di awal lalu meminta mahasiswa
mengerjakan lembar kerja. Alasan yang kedua, tentor seringkali tidak tepat
waktu baik itu ketika akan memulai kegiatan maupun akan menyudahi kegiatan.
Alasan yang terakhir, mahasiswa merasa bahwa tentor sering berperilaku tidak
adil bahkan cenderung pilih kasih seperti lebih mengutamakan mahasiswa yang
telah dia kenal. Dengan begitu mahasiswa akan merasa tidak diperhatikan dan
merasa jenuh ketika mengikuti kegiatan EC, sehingga pada akhirnya mereka merasa
malas untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Pada intinya, mengikuti kegiatan EC
dapat memberikan banyak sekali manfaat bagi mahasiswa baik pada masa sekarang
maupun pada masa depan. Banyaknya manfaat yang diberikan oleh kegiatan ini
tidak bisa menjadikan EC disukai oleh semua mahasiswa, karena banyak pula
mahasiswa yang merasa malas mengikuti kegiatan tersebut. Metode pembelajaran
yang kurang menarik dan tentor yang sering kali membuat kesalahan, sering
menjadi alasan bagi mahasiwa untuk tidak mengikuti kegiatan EC. Oleh sebab itu,
akan sangat baik apabila tentor mampu memberikan metode pembelajaran yang menarik
dan mampu berperilaku adil di kelas. Namun sebenarnya ini semua tidak bisa
dikatakan menjadi kesalahan dari tentor, melainkan kembali kepada pribadi
mahasiswa masing-masing. Apabila mahasiswa ingin mendapatkan banyak manfaat
dari mengikuti kegiatan EC, maka mahasiswa tidak boleh banyak mengeluh dan juga
harus terus berjuang meskipun banyak hambatan yang harus dihadapi. Dengan
begitu cepat atau lambat mahasiswa pasti akan memperoleh dampak positif dari
mengikuti kegiatan EC.
Daftar Pustaka:
Hakim,
Thursan . 2000 . Belajar Secara Efektif .
Jakarta : Puspa Swara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar