Sabtu, 19 Desember 2015

EC



ENGLISH CLUB, MENAMBAH ILMU ATAU MENAMBAH BEBAN?
            Hampir semua orang pasti mengetahui apa itu English Club terlebih lagi bagi para siswa maupun mahasiswa. Sesuai dengan namanya, English Club atau yang lebih sering disebut dengan nama EC ini merupakan kegiatan yang di dalamnya memuat pembelajaran bahasa Inggris. Thursan Hakim (2000:73) mengatakan bahwa banyak sekali manfaat dalam bahasa Inggris yang dapat diterapkan siswa atau mahasiwa dalam kehidupan pada masa kini dan masa yang akan datang, misalnya membaca buku-buku ilmiah atau hiburan, memperluas pergaulan, menaikkan gengsi, menikmati film dan lagu berbahasa Inggris, mempermudah mendapat pekerjaan di suatu kantor, ataupun berwiraswasta. Saat ini, bahasa Inggris seolah sudah menjadi bahasa wajib bahkan kemampuan berbahasa Inggris juga sudah mulai menjadi sebuah syarat dalam melamar suatu pekerjaan. Untuk menghadapi hal tersebut,  sekolah bahkan universitas menjadikan EC ini sebagai kegiatan ekstrakurikuler / kegiatan tambahan bagi para siswa dan mahasiswa dengan tujuan agar siswa maupun mahasiswa dapat memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik. Sebagai salah satu universitas ternama di Indonesia, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta khususnya pada program pendidikan guru SD (PGSD) juga menyediakan kegiatan EC bagi semua mahasiswa PGSD dengan harapan agar semua mahasiswa mampu berbahasa Inggris dengan baik.
            Hadir sebagai salah satu sarana pembantu bagi para mahasiswa PGSD, tidak membuat kegiatan EC ini selalu mendapatkan respon yang baik dari semua mahasiswa. Hal ini dapat diketahui ketika terdapat beberapa mahasiswa merasa malas dan jenuh sehingga lebih memilih untuk tidak mengikuti kegiatan EC dan lebih memilih untuk pulang ke rumah maupun ke kos mereka masing-masing. Thursan Hakim (2000:62) mengatakan bahwa kejenuhan belajar adalah suatu kondisi mental seseorang saat mengalami rasa bosan dan lelah yang amat sangat sehingga mengakibatkan timbulnya rasa enggan, lesu, tidak bersemangat, atau tidak bergairah untuk melakukan aktivitas belajar. Penyebab dari kejenuhan belajar adalah cara atau metode belajar yang tidak bervariasi, belajar hanya di tempat tertentu, suasana belajar yang tidak berubah-rubah, kurang aktivitas rekreasi atau hiburan, dan adanya ketegangan mental yang kuat dan berlarut-larut pada saat belajar. Bahasa Inggris yang merupakan bahasa asing ini memang lumayan sulit untuk dipelajari oleh sebab itu diperlukan kesabaran dan kemauan yang kuat. Namun, mahasiswa juga merupakan manusia yang juga bisa merasakan kejenuhan apalagi terhadap hal-hal yang kurang menarik perhatian bahkan cenderung membosankan. Kejenuhan belajar yang dialami oleh mahasiswa ketika mengikuti kegiatan EC ini mungkin juga bisa disebabkan karena hal-hal yang hanya bersifat monoton di dalam kegiatan EC.
            Bahasa Inggris merupakan hal yang dapat memberikan banyak manfaat, namun mengapa masih banyak mahasiswa yang malas untuk mempelajarinya? Untuk mengetahui kebenarannya, penulis menyebarkan kuisioner kepada 10 mahasiswa di kelas 3D secara acak yang berisikan 2 pertanyaan yaitu, 1) Apakah menurut anda kegiatan EC itu bermanfaat? dan 2) Apakah anda pernah merasa malas untuk mengikuti kegiatan EC? Jelaskan alasannya! Dari penyebaran kuisioner tersebut penulis mendapatkan data yang menyatakan bahwa 9 dari 10 mahasiswa sering kali merasa malas saat mengikuti kegiatan EC. Seorang dari 10 mahasiswa yang menyatakan bahwa dirinya tidak pernah malas ketika mengikuti kegiatan EC ini berpendapat bahwa banyak manfaat dari kegiatan tersebut dan dia sangat ingin menguasai bahasa Inggris. Disamping itu, 9 mahasiswa yang mengaku sering merasa malas saat mengikuti kegiatan EC tersebut sebenarnya mengetahui bahwa kegiatan EC memiliki banyak manfaat seperti mampu menambah kosakata, mampu menambah kemampuan berbahasa Inggris, mampu menambah kemampuan speaking, dan mampu membantu untuk mendapatkan pekerjaaan kelak ketika telah melewati jenjang kuliah. Disamping itu, alasan mereka sering merasa malas ketika mengikuti kegiatan EC pun juga bermacam-macam seperti, merasa bahwa bahasa Inggris merupakan hal yang sulit dan merasa bahwa dirinya tidak mampu untuk mempelajarinya, waktu pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan setelah jam kuliah siang sehingga banyak mahasiswa mengeluh kelelahan, dan tentor kegiatan EC yang kurang menarik. Dari kesembilan mahasiswa yang merasa malas mengikuti kegiatan EC tersebut, mereka menuliskan bahwa tentor merupakan faktor besar yang menyebabkan mereka malas mengikuti kegiatan EC. Hal ini disebabkan oleh beberapa alasan, alasan yang pertama karena mereka merasa bahwa tentor yang tidak memiliki metode pembelajaran yang menarik bahkan cenderung monoton misalnya dengan memberi sedikit materi di awal lalu meminta mahasiswa mengerjakan lembar kerja. Alasan yang kedua, tentor seringkali tidak tepat waktu baik itu ketika akan memulai kegiatan maupun akan menyudahi kegiatan. Alasan yang terakhir, mahasiswa merasa bahwa tentor sering berperilaku tidak adil bahkan cenderung pilih kasih seperti lebih mengutamakan mahasiswa yang telah dia kenal. Dengan begitu mahasiswa akan merasa tidak diperhatikan dan merasa jenuh ketika mengikuti kegiatan EC, sehingga pada akhirnya mereka merasa malas untuk mengikuti kegiatan tersebut.
            Pada intinya, mengikuti kegiatan EC dapat memberikan banyak sekali manfaat bagi mahasiswa baik pada masa sekarang maupun pada masa depan. Banyaknya manfaat yang diberikan oleh kegiatan ini tidak bisa menjadikan EC disukai oleh semua mahasiswa, karena banyak pula mahasiswa yang merasa malas mengikuti kegiatan tersebut. Metode pembelajaran yang kurang menarik dan tentor yang sering kali membuat kesalahan, sering menjadi alasan bagi mahasiwa untuk tidak mengikuti kegiatan EC. Oleh sebab itu, akan sangat baik apabila tentor mampu memberikan metode pembelajaran yang menarik dan mampu berperilaku adil di kelas. Namun sebenarnya ini semua tidak bisa dikatakan menjadi kesalahan dari tentor, melainkan kembali kepada pribadi mahasiswa masing-masing. Apabila mahasiswa ingin mendapatkan banyak manfaat dari mengikuti kegiatan EC, maka mahasiswa tidak boleh banyak mengeluh dan juga harus terus berjuang meskipun banyak hambatan yang harus dihadapi. Dengan begitu cepat atau lambat mahasiswa pasti akan memperoleh dampak positif dari mengikuti kegiatan EC. 






Daftar Pustaka:
Hakim, Thursan . 2000 . Belajar Secara Efektif . Jakarta : Puspa Swara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar